Tags

Hari senin merupakan hari yang menyebalkan bagi saya, tak jarang setiap hari senin saya selalu terlambat bangun untuk mengikuti upacara bendera, hal itu dikarnakan saya dan teman selalu menonton tv di ruangan guru samapai larut, bahkan kalau acara tv lagi bagus bagunya seperti Rambo, lord of the ring, vampire, jacky chan, bruce li, dll yang berbau kekerasan pasti kami tonton sampai muncul tulisan “the end“ pada layar televisi tersebut. waktu itu channel favorit kami adalah Lativi dan Trans TV, namun setelah media itu dibeli Bakrie Group maka namanya pun berubah menjadi tv one seperti yang kita kenal sekarang.

Hari senin merupakan hari dimana siswa harus lebih cepat ke sekokolah untuk mengikuti upacara bendera, bagi siswa yang terlambat harus memungut sampah, jalan jongkok beberapa putaran, bahkan ada siswa yang dipulangkan karena tidak menggunakan seragam yang telah ditentukan. Pada waktu itu sekolah telah menentukan bahwa hari senin dan selasa menggunakan seragam putih putih (celana/rok putih dan baju putih), rabu dan kamis menggunakan seragam pitih-abu abu (celana/rok abu abu dan baju putih), jum`at menggunakan pakaian pramuka, dan sabtu menggunakan pakaian traning, kadang pada hari senin masih ada siswa yang menggunakan pakaian putih-abu abu dan tentu saja siswa yang seperti itu dipulangkan ke rumah masin-masinguntuk mengganti pakaian mereka dengan pakaian yang sesuai ketentuan, namun jarang di diantara siswa yang dipulangkan itu kembali ke sekolah dengan pakaian yang benar, bahkan setelah dipulangkan mereka semua tidak pernah kembali dan kadang saya menemukan mereka berkeliaran di pasar inpress.

Karena saya tinggal di lingkungan sekolah, saya tidak mendapat hukuman seperti siswa siswa terlambat lainnya,saya selalu lolos dari hukuman para guru-guru piket, bukan karena guru guru mengistimewakan saya, melainkan karena meraka tidak tahu kalau saya selalu terlambat, bahkan salah satu intrik rahasia saya dihari senin selalu berhasil mengelabuhi mereka.

Bagaimana mereka bisa tahu keterlambatan saya, wong saya tinggalnya di kompleks sokolah. Hahahaha

“Pada pembina upacara, hormat grak“
Dengarku dengan samar samar dari dalam sekret, iya, aku dengar samar samar karena pada waktu aku antara sadar dan tidak sadar karena masih dalam pengaruh ngantuk yang sangat dalam. Dan tiba tiba aku tersadar “haaaaah, upacarani pale tauwe“ (ternyata sudah upacara), seperti sebelum sebelumnya, sayapun bangun dan menggunakan pakaian seragam sekolah lengkap dengan tas yang sudah berisi buku pelajaran hari itu tanpa mandi terlebih dahulu dan menanti upacara selesai.

Beberapa saat kemudian, upacara pun telah dilaksanakan dan saya pun sudah siap keluar dari dalam kamar menuju kelas, agar tidak terdeteksi dengan guru piket, saya pun menunggu siswa berhamburan dari upacara untuk menuju kelas dan ikut bergabung dalam gerumulan gerumulan mereka, sambil menunduk. Menunduk adalah cara terbaik untuk selamat dalam perjalanan menuju kelas, cara itu sangat efektif, selain guru tidak bisa mengenali saya dengan baik, cara itupun bisa menghindarkan saya dari rasa malu terhadap teman teman kelas lain, apa jadinya jika saya tidak menunduk dan teman teman kelas lain memandang wajah saya yang masih kusam karena belum mandi, kalau teman sekelas saya tidak perduli, bahkan mereka sudah tau siapa saya.

Sekitar 5 menit berjalan, saya pun sampai di kelas, sebelum masuk terlebih dahulu saya melepaskan sepatu dan kaos kaki dan menyimpannya dilemari sepatu. Ohh iya, kelas kami adalah satu satunya kelas yang tidak memperbolehkan siswa menggunakan sepatu, Bahkan guru yang mengajar pun tidak boleh, kami sudah menyipakan sendal khusus bagi guru yang mengajar. aturan itu berdasarkan keputusan bersama, ketentuan itu timbul karena sesuatu hal, dan akan saya ceritakan pada kisah lainnya.

“Huuuuu agus baru bangun“ teriak teman teman kelas saya, tanpa memperdulikan mereka saya pun menyimpan tas dan kembali keluar ruangan dan menuju tiolet. Jarak toilet tidak terlalu jauh, hanya sekitar 3 langkah dari depan kelasku, disitu terdapat beberapa toilet, namun hanya ada 1 toilet yang belum pernah terjamah oleh siswa, dan kunci pintunya pun hanya saya yang memegangnya, itu merupakan wc terharum yang kami punya, harumnya berasal dari baju baju kotor saya yang sudah 2 hari direndam,haahahaha. namun bila dibandingkan dengan tiolet yang lain, toilet pribadi saya ini lebih harum. Beberapa toilet disekolah berbau kotoran dan pesin bahkan kadang kami merasa tidak nyaman ketika sedang makan di kantin karena baunya, bahkan pernah ada teman yang hampir pingsan karena dipengaruhi bau busuk beberapa toilet sekolahku. Hahahaha

Saya pun mandi di toilet tersebut, menggunakan sabun terbaik yang saya punya dan tidak lupa menggosok gigi apabila gigi sudah mulai menguning. Hahaha
Sekitar beberapa menit, sayapun selesai mandi dan siap kembali ke kelas.

Ehhhh tiba-tiba “agus, kamu dari mana ? Tanya ibu Nursiah.
Ternyata mata pelajaran B. Inggris sudah dimulai dari beberapa menit yang lalu. “Abis cuci muka bu“ jawabku dengan singkat, “ohh, duduk cepat“ perintahnya dengan tidak menaruh rasa curiga padaku.

Advertisements