Tags

Pak Duhri adalah guru kewirausahaan disekolah saya, beliau merupakan salah satu guru yang paling ditunggu tunggu keberadaannya di kelas kami, hal itu dikarenakan beliau punya sifat yang unik yang selalu membuat kami tertawa

Beliau sangat piawai dalam melakukan gerakan gerakan ala militer. Suatu hari salah satu teman saya engerjain beliau, “pak bagaimana caranya tentara memegang senjata“, kata teman saya mulai menggoda, beliau pun mengambil sebuah sapu dan memegangnya seakan-akan seperti senjata, “begini caranya de“ kata beliau, dan kami pun tertawa terbahak bahak.

Namun yang saya herankan adalah beliau tidak pernah tersinggung jika kami ngerjain beliau , malahan beliau ikut tertawa bersama kami.

Keunikan lain beliau adalah ketika memberi pertanyaan kepada kami, dia pasti punya jawaban yang lebih tepat daripada jawaban jawaban kami, jawaban yang kami lihat di buku pun salah dimata beliau, bahkan orang terpintar dikelas kamipun mengakui kejeniusan beliau.

Belau adalah tipe guru yang tidak kikir nilai, sewaktu kelas dua, mata pelajaran beliau mensejajarkan diri dengan mata pelajaran kejuruan lainnya dengan memasukan angka delapan sebagai angka favorit di raport saya, itu membuat saya selalu bersemangat mengikuti mata pelajaran beliau.
Ketika kelas tiga, saya mulai akrab dengan beliau, apalagi pada waktu itu beliau terpilih sebagai koordinator lingkungan. Beliaulah yang yang bertanggung jawab atas kebersihan lingkungan sekolah kami, dan pada saat itulah muncul niat saya berkonspirasi dengan beliau, kebetulan pada waktu itu saya sudah 1 tahun menjadi petugas kebersihan.

Suatu hari setelah beliau mengajar di kelas kami, saya langsung menghampiri beliau “pak ada sedikit perluku dengan bpk“ kataku memulai pembicaraan, “apa de perlumu dengan bpk“ ? Jawab beliau dengan nada ingin tau, “begini pak, bpk kan sebagai kordinator lingkungan, tentunya ingin kebersihan lingkungan sekolah kita tetap terjaga“ kataku mulai menjelaskan, “tentu, terus maksud kamu apa de ?“ Tanya beliau lagi, “begini pak, saya dan beberapa teman petugas kebersihan siap mensukseskan program bapak, kebetulan saya kan hanya wilayah lapangan basket, sedangkan bapak mencakup seluruh lingkungan sekolah, sedangkan kebanyakan murid di sekolah ini kan malas malas-malas pak, kalau bapak mau, saya dan teman siap mensupport program program bapak dalam menjaga kebersihan, tapi bantu bantu juga nilaiku pak“, beliau yang pada saat itu sementara berjalan langsung berhenti dan memandang mata saya, “adoh marahmi pak duhri“ pikirku, dan sayapun mulai gemeteran. “Gampangmi itu de, yang penting kamu juga rajin kerja tugas yang saya berikan“ katanya dengan nada setuju, “ohh iya pak, tentumi itu“ jawabku dengan singkat dan sayapun pamit dan berpisah di depan kelas jp1.

Saya pun menceritakan hal ini kepada sahabat saya Hendra, kebetulan Hendra pada waktu itu satu kelas dengan saya “ ndra, rajin ko sedikit kasi bersih sekolah, karena pak duhri mau tamba tamba juga nilaita“ kataku, “iyyo“ katanya dengan singkat, “iyyo iyyo apa, na malasmu je itu beh, mupanrasaki“(iyyo apa, malasmu itu bikin siksa kita).

Hari berganti hari, bulan berganti bulan, tak terasa ujian semester pun telah tiba. Pada hari ke tiga adalah ujian mata pelajaran Kewirausahaan.

“Hari ini saya hanya memberi satu soal“ kata pak Duhri, “sudah siap“ tanya beliau lagi, “iyya pak“ jawab kami dengan gembira dan penuh percaya diri. Sambil membagikan kertas , beliau pun mulai melontarkan pertanyaanya.

“Jelaskan Pengertian, Tujuan, Fungsi, Manfaat,
Bentuk, Prosedur dan Cara Membuat SIUP“

“Haaaaaah“, saya kaget, rasa gembira yang saya rasakan tiba-tiba berubah menjadi was was. Saya pun protes “pak katanya cuman satu soal“, “iyya, inikan cuman satu, tapi jawabannya yang panjang de“ balasnya sambil tertawa

Sayapun diam dan mulai mengeluarkan semua kemampuan untuk mejawab soal yang diberikan, beberapa saya isi berdasarkan buku dan sebagian saya isi berdasarkan imajinasi. Hahhaha. Pada waktu itu saya cuman khawatir dengan Hendra, apakah dia bisa mengisi lembar jawabannya karena setahu saya, hendra hanya suka pelajaran bahasa inggris dan sejarah. Ternyata dugaan saya benar, hendra mulai lirik kiri dan kanan.

Setelah satu jam berlalu,“Lima menit lagi de“ kata beliau mengingatkan, lima menit berlalu, “ayo kumpul de“ kata beliau berulang ulang, satu per satu siswa mulai mengumpulakan jawabannya, bahkan ada siswa yang mengejar beliau sampai diluar kelas karena lambat mengumpulkan lembar jawabannya.

Singkat cerita

Beberapa minggu setelah semester, tibalah waktunya untuk penerimaan raport, saya tidak sabar lagi untuk melihat nilai yang diberikan pak Duhri.
Dan alangkah kagetnya setelah melihat nilai tersebut, “asera kewirausahaanku ndra“ ( nilai kewirausahaanku 9 ndra“ kataku kepada hendra. “Iyya` to“ (saya juga) kata hendra dengan gembira.

Kami pun pergi ke ruang guru untuk mengkonfirmasi hal tersebut “pak sembilan nilai kewirausahaanku“? Kataku, “iya itu di tambah dengan tugas-tugas yang saya berikan dan juga karena kalian sudah bantu bantu saya bersihkan sekolah“, “terima kasih pak“ kataku lagi, “Ternyata pak duhri memenuhi janjinya“ kataku dalam hati, sambil berlalu meninggalkan beliau.

Itu adalah nilai tertinggi yang pernah saya dapatkan, angka tersebut menghiasi raport saya dan hendra selama semester lima dan enam.

Advertisements